Hujan di Tengah Musim Semi | Kumpulan Cerpen

Selamat Pagi sobat Esswe Zone......
Pagi ini seperti biasa ane akan update cerpen yang kali ini berjudul "Hujan di Tengah Musim Semi"
sebuah karya dari : RATIH RIA ALSANDRA

Ok langsung aja ya guys tanpa basa-basi.......
selamat membaca........................

***
6 bulan lalu ada seseorang yang terjebak di otak ku, mungkin dia mencari jalan untuk keluar, tapi dia tak bisa keluar dari otakku. Dia mulai ingin masuk pada hatiku, aku juga aneh kenapa orang ini mencoba menerobos logikaku, dia membuat logikaku tidak mempan terhadap dirinya. Dia membuat suatu kejadian dan menyimpannya dalam memory otakku. Lalu dia mencoba mengulangnya beberapa kali dalam ingatanku. Ingin kutepis semuanya. Tapi aneh orang ini malah terjebak dalam otakku, aku selalu bilang pada orang yang terjebak di otakku ini supaya jangan terjebak terlalu jauh dalam otakku. Kurasa dia adalah gambar yang hidup dari komik yang pernah kubaca, atau mungkin dia keluar dari film anime.
Tapi akhir-akhir ini dia menghilang dari peredaran, mungin dia kembali ke dalam komik atau mungkin dia kembali masuk dalam film anime, aku tidak tau yang pasti perasaan saat dia tidak ada di dekatku aneh sekali, dadaku terasa sesak. Perasaan yang membuatku masuk ke dalam harapan yang begitu kosong mungkin mirip seperti Alice yang masuk ke dalam lubang kelinci dan mendarat di Wonderland. Sedangkan aku mungkin mendarat di dreamland dengan masuk ke dalam lubang harapan kosong. Aku sangat benci akan semua yang membuatku jatuh dalam lubang itu. Laki-laki tinggi itu hilang hingga saat ini dari pandanganku, saat aku menggenggam tangannya aku merasa ingin segera menghentikan waktu. Dan saat bersamanya aku merasa aku terkena penyakit syndrome falling in love like a komic, kalau tidak mengapa saat bersamanya aku selalu merasa berada dalam sebuah cerita komik. Yang memang tampak tidak begitu nyata.
Aku tak tahu apakah dia sebuah kenyataan atau dia hanya imajinasiku saja? Saat mengingatnya, kurasa otakku konslet. Dia tidak mempan kutangani dengan sifat cuekku, dia seperti virus yang tak terdeteksi oleh antivirus di otakku. Hari ini dia datang ke rumahku, dia selalu membuatku bingung saat dia ada di depanku. Aku seperti robot yang habis batre nya sehingga sulit bergerak dan bicara. Kemudian dia duduk di sampingku, aku melihat wajahnya yang begitu cuek, aku tak menyangka aku bisa melihatnya, aku tak menyangka aku bisa melihat wajah yang begitu kurindukan selama ini. Aku tak menyangka aku bisa melihat wajah yang benar-benar ingin kulihat selama ini, aku ingin sekali menyentuh wajah itu, aku tak tahan lagi untuk diam saat aku bersamanya, waktu yang inginku hentikan saat aku bersamanya. Kemudian dia bertanya padaku, “sedang dekat dengan siapa?” “Dekat denganmu,” jawabku. Dia hanya tersenyum padaku. “Aku tak dekat dengan siapa pun,” kataku meneruskan jawabanku. kemudian dia hanya tersenyum padaku lalu mengulurkan tangannya padaku. Aku menyambut tangannya dengan senyuman kecil.
“Apa maksud perkataanmu kemarin?” Tanyanya padaku.
“Yang mana?” jawab ku sambil melirik ke arah wajahnya.
“Kau bilang aku tak sadar, apa yang harus aku sadari?” Katanya sambil melihat ke arah pintu depan. Kemudian dia memegang tanganku dan menyilangkan jari tangannya pada jariku. Kemudian mencium tanganku, kulihat dia ingin mengigit tanganku, aku selalu bahagia saat dia memegang tanganku seperti ini. Dia benar-benar seperti virus dalam otakku. Kurasa aku harus membersihkan otakku darinya, mungkin dengan cara quick scan. Aku selalu takut ketika dia mendekatkan wajahnya pada wajahku, dia memang selalu membuatku terkejut dengan semua hal yang dia lakukan. Kemudian dia bertanya padaku.
“Apa kau pernah menangis gara-gara aku?” Tanya nya sambil melihat wajahku begitu dekat, kemudian dia duduk kembali di sampingku.
“Tidak, aku tidak pernah menangis,” jawabku melihat ke arahnya. Kemudian mendekatkan wajahnya lagi pada wajahku.
“Apa pun yang terjadi jangan pernah menangis.”
Aku tak tahu apa maksud dari perkataannya itu, yang jelas dia bicara seperti itu dengan wajah sangat serius. Aku selalu menjadi boneka yang tak bisa bergerak saat dia menatapku sedekat ini.
Hari ini adalah hari kelulusanku dari sekolah, rasanya ingin teriak sekecang-kencangnya.­ Usiaku 18 tahun aku sudah merencanakan masa depanku dengan rinci ketika umurku 17 tahun. Hari ini semua orang datang dengan orangtuanya begitu juga denganku. Aku berfoto bersama ayah dan ibuku, aku tak menyangka dia bisa datang ke sekolahku, seperti yang kubilang dia memeng selalu membuatku terkejut akan semua hal yang dia lakukan.
“Selamat ya atas kelulusanmu,” katanya sambil tersenyum padaku. Aku tak mengerti mengapa orang ini begitu manis.
“Iya, terimakasih sudah datang,” jawabku.
“Berfoto bersamaku ya...,” katanya sabil menarik tanganku dan berfoto bersamaku.
Selesai acara di sekolahku, aku mengajaknya ke rumah.
Aku melanjutkan kuliahku di fakultas kedokteran, sedangkan­ dia melanjutkan SI di fakultas teknik informatika sebagai programmer. Kampus kami tidak begitu jauh. Dia selalu menarik tanganku ketika aku dekat dengan seorang laki-laki.
“Jangan duduk terlalu dekat dengan laki-laki itu!!” katanya sambil menarik tangan ku,
”kenapa kau ini?” tanyaku aneh
”karena aku tida suka !!!!” baru kali ini dia membentakku seperti itu.
Hari ini dia ada di rumah ku, seperti biasa dia duduk di kursi di ruang tamu.
“kau kenapa, ada masalah ?” tanyaku menghampirinya, dia hanya melirik ku dan menarik tangan ku hingga aku duduk di sampingnya kemudian dia menyandarkan kepalanya di pundakku.
“Aku kesepian” katanya dengan suara pelan.
“tetap seperti ini hingga akhir, biarkan aku bersandar seperti ini pada mu hingga akhir.“
Dia meneruskan kata-katanya. Aku heran kenapa tiba-tiba dia seperti ini.
“Aku akan selalu sepeti ini” kata ku sambil memegang tangan nya yang dingin.
Hari ini di kampus aku tak melihat nya, aku pergi ke taman dan berniat mengistirahat kan otak ku yang penuh dengan rumus kimia ini. aku duduk di sebuah bangku di bawah pohon yang membuat rasa gerah ku hilang , aku mengeluarkan MP3 milik ku. aku mulai memejamkan mataku sambil duduk menyandar di bangku itu. Rasanya baru sedetik saja aku memejamkan mata tapi dia sudah ada di sampingku.
“darimana kau datang? Aku tidak melihat mu ke kampus pagi ini.” tanyaku heran.
”memang nya kau pikir aku ini hanya ada dalam komik?”jawab nya sambil tersenyum manis.dia memang seperti hantu selalu datang tiba-tiba.
“kau memang seperti hantu dari dalam komik” kataku.”hantu yang selalu membut mu bahagia, benarkan.?” Jawabnya sambil mendekatkan wajah nya ke wajah ku. “ jangan sedekat itu” kataku.” Kau takut? Di sini tidak ada orang” katanya sambil tersenyum.”kyaaa!!!!­!!!!!!!. apa kau mau mati?” aku berteriak. “memangnya kau rela aku mati?.” Katanya menatap ku. “dasar menyebalkan, memangnya kau ini siapa?.” Kataku sambil menginjak kaki nya lalu pergi. Ku lihat dia hanya tersenyum melihat ku.
Tak terasa waktu begitu cepat menghampiriku, tahun ini dia lulus, dia menelpon ku dan mengajak ku pergi untuk kelulusan nya.”aku akan menjemput mu jam 7” dia mengatakan itu di telepon. Jam pun mejunjukan pukul 7, aku sudah siap dengan dress pendek berwarna coklat muda dan sepatu high hils berwana coklat.dia datang menjemput ku dengan mobil sport berwana hitam, hari ini aku melihat orang yang kusukai benar-benar seperti anime yang hidup dari komik, dia benar-benar membuat ku kaku seperti boneka yang tak bisa begerak. “ayo masuk” dia menarik tangan ku. aku hanya bisa melihatnya yang sedang menyetir, “kita mau kemana?” tanyaku, “hari ini ikut lah kemana pun aku pergi” katanya dengan senyuman yang begitu manis. Aku selalu memperhatikan wajah nya, aku tak tahu kenapa dia selalu terlihat manis. Dia berhenti di sebuah taman yang penuh dengan lampu, kemudian dia keluar dari mobil dan membukakan pintu untuk ku, dia menjulurkan tangan nya padaku, kemudian mengajak ku untuk keluar dari mobil danmengajaku berjalan di taman itu.” Kita mau kemana?” Tanya ku yang mulai penasaran, “temani aku makan untuk malam ini,” jawabnya sambil menunjuk ke arah meja makan di tengah taman. “kau ini aneh sekali, bukan kah kita selalu makan bersama” . dia hanya tersenyum dan menjawab “ini special, hanya kau dan aku, sebagai pasangan kekasih”.aku benar-benar kaget dengan apa yang dia katakan “ apa?!!! Coba kau bilang sekali lagi,”..dia hanya tersenyum dan menyuruhku duduk. “hari ini ku katakan pada mu kalau aku menyukaimu, jangan pernah mengacuhkan ku,jangan pernah menganggap kita tak punya hubungan,karena aku tak tahan dengan semua itu, apa kau mau menerima ku?” aku kaget mendengar semua yang dia bicarakan, karena kami memang tak pernah menyatakan perasaan kami selama ini. “ku kira aku tidak perlu menjawab pertanyaan mu karena kau pasti tahu jawaban nya,” dia memandangku dengan tatapan yang begitu menakutkan, kemudian dia memeluk ku dan berkata “ayo bilang kalau kau menyukai ku” . “aku menyukaimu, aku benar-benar menyukai mu”
Setelah malam itu,dia mulai sibuk dengan pekerjaan nya, dia jarang menghubungi ku. pagi itu matahari begitu terang menyorot ke arah kamarku,hari ini aku harus pergi ke kampus dan menyelesaikan tugas ku untuk semester ini. Aku berjalan di koridor kampus, ponsel ku berbunyi,”kau dimana? Hari ini ku jemput ya,” tanpa menunggu ku menjawab dia langsung menutup telepon nya, dia memang seperti itu selalu menyebalkan. Sepulang kuliah kulihat dia sedang duduk di taman kampus, lalu aku menhampirinya dan duduk di sampingnya, dia hanya tersenyum kemudian memeluku, “aku rindu sekali padamu, kau kemana saja? Rasanya aku bisa bernafas kembali setelah melihat mu ,” aku hanya diam dan kembali memeluknya “kau yang kemana saja, aku menunggu mu setiap hari disini, sudah 2 hari kau tak muncul, kukira kau masuk kembali kedalam komik”. Kemudian dia memeluku semakin erat, “aku ini nyata, aku lebih nyata dari yang kau kira,”jawab nya. aku hanya bisa tersenyum mendengar itu, bagi ku dia memang setengah nyata, di saat seperti ini aku merasa dia benar-benar nyata, dia mengajak ku jalan-jalan di taman itu, “kau itu terlihat dekat tapi sebenarnya jauh, “
“apa yang harus ku lakukan supaya kau merasa aku ini dekat dengan mu? Apa aku harus menggenggam tangan mu seperti ini supaya kau merasa aku ini dekat dengan mu?” katanya sambil memegang tangan ku. aku selalu bahagia saat seperti ini, rasanya aku ingin menghentikan waktu, aku tak tahu kenapa orang ini begitu indah, aku ta tahu kenapa orang ini selalu menghantui pikiranku, aku tak tahu kenapa orang ini membuatku sulit bernafas saat aku jauh darinya.
Waktu begitu cepat berlalu, sudah setahun kami bersama. “kau dimana? Aku ada di depan rumahmu, kenapa tidak membuka pintu? Aku kedinginan!!.” Dia bicara begitu cepat di telepon. Aku hanya bengong melihatnya kedinginan. “kenapa kau ada di sini?”Tanya ku heran. Dia hanya diam dan duduk di kursi sambil minum the yang dia buat sendiri.sepertinya dia marah padaku. “aku minta maaf jangan marah padaku,” kataku sambil menyesal. Kemudian dia menatap ku dengan tatapan yang menakutkan dia seperti ingin memakan ku, “kau ini keterlaluan, kenapa kau tidak mengangkat telepon ku, kau tau aku hampir mati beku di luar!!” aku hanya bisa diam saat dia bicara seperti itu. “lihat sekarang kau bahkan tidak memeluku saat aku kedinginan seperti ini, kau benar-benar ingin membunuh ku”. terusnya. “dasar gila” kataku pelan. Aku memberikan nya selimbut yang tebal yang ku miliki. Ku lihat dia tidur di kursi begitu nyenyak, mungkin karena kedinginan. Aku memperhatikan wajahnya sedekat ini, aku benar-benar tidak mengerti kenapa orang ini begitu berarti dalam ku. aku kaget sekali melihat dia membuka matanya tiba-tiba. “kau lihat apa?” tanyanya padaku. Aku hanya diam kemudian duduk di samping nya. “aku tak lihat apa-apa,kau tidur seperti orang mati,” jawabku. Dia memelototiku kemudian kembali tidur. “diam di sampingku dan jangan bergerak, kalau tidak aku akan memakan mu,” katanya sambil memegang tangan ku. “aku tak percaya ada pacar se gila dirimu, kau tega sekali ingin memakan ku,kalau aku tidak bisa bernafas di perutmu bagaimana?” dia hanya tersenyum mendengar itu sambil menatap ku.
tak terasa sudah hampir 2 tahun kami bersama, hari itu dia menemuiku di taman dekat rumah ku, hari ini adalah musim semi di taman ini bunga sakura kembali tumbuh dan berjatuhan sepanjang jalan, dia memegang tangan ku dengan erat, “hari ini jangan lepaskan tangan ku apa pun yang terjadi hingga akhir kau harus tetap bersama ku, dan satu lagi jangan pernah menangis karena aku.” Aku tak tahu apa maksud dari perkataan nya pagi ini. “kita mau kemana? Tanyaku, “hari ini kita akan berkencan, ikut lah kemana aku pergi, aku akan membuat mu bahagia,” jawab nya sambil tersenyum. Aku menemukan tempat yang cocok untuk kami bisa duduk dan makan, aku makan begitu lahap sampai tak sadar dia memperhatikan ku makan “aku suka melihat mulut mu yang penuh dengan sushi” katanya sambil tertawa melihat ku. “kau juga harus makan yang banyak.”
“takumu, kalau aku pergi ke tempat yang sangat jauh apa kau akan menagisi ku? Tanya ku padanya. “memang nya kau mau pergi ke mana?, kau tidak boleh pergi, kalau kau pergi aku tidak bisa seperti ini” jawabya sambil brsandar di pundak ku. “takumu kalau aku pergi jauh, kau harus mengingat ku jika melihat hujan”. “jangan bicara seperti itu aku tidak ingin kehilangan mu” jawab nya.
Setelah hari itu takdir memisahkan aku dengan nya lewat sebuah kecelakaan, aku tak tahu bagaimana kejadian nya, saat aku bangun aku melihat diriku yang tidur di mobilku, mereka membawaku ke rumah sakit, aku melihat takumu menangis di ruang tunggu, aku tak bisa menyentuh nya, aku memanggilnya tapi dia tidak mendengarku, hari itu hujan turun begitu deras. Sudah sebulan dari kejadian itu aku masih melihatnya menangis sambil melihat foto ku, aku tetap tak bisa menyentuh nya. dia berjalan di taman sendirian dan aku mengikutinya, hari yang begitu cerah mendadak turun hujan, aku melihat nya menagis di tengah hujan, aku ingin mengusap air matanya tapi tak bisa. Ada seorang laki-laki berjalan ke arah nya sambil memakai payung, kulihat laki-laki itu bisa mendengarku dia bicara padaku “ nona kenapa kau menangis?” aku terkejut mendengar itu “kau bisa melihat ku?” Tanya ku, “aku hanya bisa mendengarmu” jawab nya. “apa kau bisa melihat laki-laki itu?” kataku sambil menunjuk ke arah takumu. Dia hanya menganggukan kepalanya lalu aku bicara padanya “hari ini ku perkenalkan padamu laki-laki yang membuatku selalu bahagia saat bersamanya, hari ini ku perkenalkan padamu laki-laki yang membuat ku bisa bernafas saat aku melihatnya, dia adalah orang yang terindah yang ku temukan dalam hidup ku, dia adalah kekasih ku takumu kirihara, tolong katakan padanya jangan pernah menangis karena aku,karena aku tak bisa lagi menghapus air matanya, aku tak bisa lagi membangunkan nya saat dia jatuh,aku tak bisa lagi membuat nya bersandar di pundakku saat dia kesepian, katakan padanya dia harus hidup bahagia untuk mewakiliku,katakan padanya aku akan bersamanya meski dia tak bisa melihat ku,dan katakana pada nya aku sangat menyayanginya” kemudian laki-laki itu berjalan ke arah takumu dam menceritakan apa yang ku katakan pada takumu ,ku lihat takumu menangis,aku sedih melihatnya seperti ini.
TAMAT


Semoga bermanfaat Cerpen saya kali ini.....
untuk dapat melihat kumpulan cerpen saya lainnya silahkan lihat pada kumpulan cerpen hanya di Esswe Zone 


Hujan di Tengah Musim Semi | Kumpulan Cerpen Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Esswe Zone

No comments:

Post a Comment